Minggu, 04 Oktober 2015

Profil Perusahaan Bisnis Informatika



Profile Perusahaan Biznet



 
PT. Supra Primatama Nusantara (Biznet Networks) adalah operator telekomunikasi fixed-line dan operator multimedia di Indonesia yang memberikan layanan jaringan (network), layanan internet, pusat data, layanan hosting, cloud computing dan layanan tv berbayar. Biznet Networks didirikan pada tahun 2000 sebagai ISP (Internet Service Provider) dan berfokus kepada corporate / business market. Biznet memiliki dan mengoperasikan jaringan serat optik mutakhir dengan pusat data terbesar di Indonesia, dan juga telah menyediakan layanan premium dengan performa jaringan yang cepat dan handal.

Pada awalnya PT. Supra Primatama Nusantara (Biznet Networks) adalah perusahaan B2B (Business To Business), namun perusahaan ini mendapatkan banyak perhatian, sehingga saat ini PT. Supra Primatama Nusantara (Biznet Networks) memperluaskan upayanya menjadi perusahaan B2C (Business to Customer). Berkantor pusat di MidPlaza 2 8th Floor Jl. Jend Sudirman Kav 10-11, Jakarta. 

Misi
Biznet adalah perusahaan yang fokus dibisnis telekomunikasi multimedia. Biznet memiliki komitmen untuk membangun infrastruktur telekomunikasi multimedia modern untuk menunjang penduduk Indonesia, bisnis dan pendidikan. Biznet akan menyediakan layanan dan teknologi muktahir kepada penduduk Indonesia untuk mengurangi kesenjangan digital dengan negara berkembang lainnya.

Visi
Menjadi penyelenggara telekomunikasi multimedia terkemuka di Indonesia dengan memberikan jaringan dengan kemampuan tinggi, customer care yang ramah dan inovasi layanan dengan menggunakan teknologi terkini. 

Biznet ini semuanya berbasis Fiber Optic. Menurut saya, fiber optic adalah akses data paling canggih sampai saat ini. Bukan menggunakan tembaga, tembaga bisa berkarat, namun kalo optic tidak bisa berkarat.

Kelebihannya adalah kecepatannya dan kestabilannya. Kekurangannya adalah cakupan areanya. Karena kabelnya ditarik langsung ke rumah / kantor. Tidak memakai wireless. Harganya lebih mahal dibandingkan provider yang lain. Maka dari itu, harga sesuai dengan kualitasnya.




Produk Layanan Biznet :

1. Metronet : Internet Prabayar. Sistem koneksinya menggunakan dial PPPoE dengan username dan password yang diberikan oleh Biznet. Unlimited dengan speed dari 1 mbps sampai 20 mbps. Koneksi internasionalnya bersifat Share.

2. Max3 : Internet Prabayar. Sistem koneksinya sama dengan Metronet. Namun max3 ini ada untuk perumahan, bukan untuk perkantoran. Koneksi internasionalnya bersifat Share. Apabila infrastruktur ada TV nya, maka langganan internetnya bonus TV.

3. Dedicated Line : Internet Pasca Bayar. Sistem koneksinya menggunakan static IP. Koneksi internasionalnya bersifat tetap, ada garansinya. Misalnya pelanggan berlangganan 10 mbps, maka bandwidthnya dijamin tetap 10 mbps.

4. Cloud Computing : Ini seperti kita sewa perangkat komputer, namun komputernya ada di servernya biznet dan bersifat virtual. Kalo pelanggan sewa cloud computing ini pelanggan juga sudah mendapatkan bandwidth internetnya.

Daerah mana saja yang sudah tercover?




Biznet ini berdiri sejak tahun 2000, namun sekarang ini sudah ramai sekali dibicarakan. Setau saya, starbucks, seven eleven, dan mungkin banyak store lain yang saat ini menyediakan koneksi hotspot biznet.

Update dari kakak saya kemarin sewaktu nonton film di Blitz Plaza Indonesia, disitu juga ada iklan biznet sebelum mulai main film nya. Saat ini Biznet sedang bangun data center yang konon terbesar di Indonesia, tempatnya di Cibubur. Dan sedang mengembangkan banyak cabang di Jawa.

Mengapa menggunakan layanan Biznet?

World Class Service
Biznet menawarkan keseluruhan jasa layanan yang berhubungan dengan Internet sesuai dengan permintaan anda, dengan harga yang kompetitif untuk jasa layanan Network, Internet, Hosting dan Voice. Customer Care dan Network Operation Center kami siap selama 24 x 365 hari untuk memastikan network selalu dalam kondisi terkoneksi pada saat tersibuk setiap waktu. Anda dapat menghubungi kami melalui telepon, email atau live chat.














World Class Network Performance

Biznet Metro Fiber Optic Network dan Internet Network kami monitor setiap waktu untuk memastikan bahwa link network selalu terkoneksi untuk meningkatkan performance pelanggan kami. Ketika memasuki minimum performance, maka bandwidth akan ditambahkan untuk memastikan kualitas layanan.
World Class Engineering Team
Biznet adalah perusahaan teknologi, dengan komitmen untuk selalu melakukan inovasi pada produk dan jasa layanan kami dan investasi pada teknologi terakhir untuk meningkatkan layanan dan jangkauan network untuk mencapai seluruh pelanggan kami. Komitmen ini didukung oleh team Engineer terbaik, yang mayoritas berasal dari lulusan Universitas terkemuka di Indonesia dan luar negeri. Pada tahun 2006 Biznet Engineering Labs telah menciptakan Biznet Metro - Carrier Grade Metro Ethernet Network Pertama di Indonesia. Di tahun 2007, Biznet Engineering Labs meluncurkan Biznet Metro FTTH, jaringan Fiber Optic yang sampai ke perumahan dan bisnis pertama di Asia Tenggara.




























World Class Contents
Biznet Networks sudah terkoneksi secara langsung ke beberapa Tier-1 backbone dan Internet Exchange terkemuka di dunia untuk memberikan kecepatan dan rute yang singkat ke network yang ditujukan. Biznet juga sudah melakukan perjanjian direct peering dengan beberapa leading content provider lainnya di dunia.

Profile pendiri perusahaan
Adi Kusuma, Pendiri Biznet


 












Adi Kusuma sudah akrab dengan komputer sejak kecil. Ia pun sempat dijuluki kuper lantaran lebih suka bergumul dengan komputer. Namun tidak sia-sia, kegemarannya pada komputer telah membawanya sukses menjadi techno entrepreneur. Kini, perusahaan penyedia jasa broadband internet yang dirintisnya bisa bertahan dan terus berkembang, kendati harus bersaing keras.

“Hampir setiap hari, kita dihujani tawaran koneksi internet yang kencang bin murah. Tawaran bertubi-tubi ini biasanya datang dari operator seluler. Bisnis dunia maya memang telah menjadi kontributor pendapatan operator. Pelanggan seluler yang hampir mencapai 100 juta orang, serta pengguna internet di Indonesia yang tahun lalu mencatat angka 25 juta, adalah pasar menggiurkan. Padahal, sebelum operator ramai-ramai terjun di bisnis internet, sudah ada banyak perusahaan penyedia jasa internet alias internet service provider.  Lantas, ke mana mereka sekarang? Beberapa perusahaan bisa tetap bertahan, namun banyak juga yang kalah bersaing harga dengan operator. Untuk bisa bertahan, perusahaan penyedia jasa internet harus putar otak. Hal inilah yang dilakukan oleh Biznet. “Sebagai underdog, Biznet harus pintar mencari celah,” tutur Adi Kusma, pendiri Biznet.

Sesuai dengan namanya, sejak awal Biznet sudah membidik pasar perusahaan. Adi punya alasan sendiri ketika menyusun rencana bisnisnya. Menurut dia, perusahaan menggantungkan nasibnya pada sambungan internet, sehingga mereka lebih loyal. “Kalau sambungan internet mati, perusahaan kan rugi,” jelasnya. Ini berbeda dengan karakter pelanggan individual yang suka berganti-ganti penyedia internet.

Sekarang, Biznet memiliki sekitar 15.000 pelanggan. “80%-nya adalah pelanggan korporat,” ujar pria berusia 33 tahun ini. Pelanggan Biznet membayar tarif beragam, antara Rp 500.000 sampai Rp 10 juta sebulan. Jadi dapat diperkirakan pertahunnya mencapai 9 milliar.

Adi sendiri meyakini bahwa bisnis penyedia jasa internet punya prospek bagus. Adi memang sudah akrab dengan komputer sejak kecil. Ia pun suka mengutak-atik komputer.

Lulus SMA, Adi melanjutkan kuliah di Jurusan Teknik Industri, Oregon State University di USA. Pasalnya, orangtua Adi yang pengusaha ingin agar salah satu anaknya bisa melanjutkan bisnis baja mereka.

Tapi, Adi tak bisa meninggalkan dunia komputer. Selama kuliah di Amerika, ia juga ikut beberapa kursus software. Bahkan, saat kuliah, Adi diterima bekerja di Software House International, sebagai programer.

Adi kembali ke Indonesia setelah lulus kuliah, tahun 2000. Di Tanah Air, alih-alih meneruskan bisnis orangtuanya, Adi malah ingin mendirikan usaha sendiri. Ia menganggap bisnis penyedia jasa internet punya prospek yang sangat bagus di Indonesia. Maklum, waktu itu, pemainnya masih sedikit.

Jaringan sendiri

Berbekal modal US$ 5 juta, Adi yang waktu itu bekerja di salah satu perusahaan terafiliasi MID Plaza mencoba membuat jaringan wireless. Perusahaannya diberi nama Supra Primatama Nusantara, dengan merek dagang Biznet.

Awalnya, Adi hanya melayani internet broadband untuk tiga pelanggan, yakni tiga gedung di sekitar MID Plaza. “Waktu itu kecepatan aksesnya adalah 10 Mbps,” ujar Adi. Bandingkan dengan high speed packet access plus (HSPA+) yang bisa mencapai 21 Mpbs.

Lebih lagi, waktu itu infrastrukturnya hanya dimiliki PT Telkom. Jadi, Adi harus menyewa server dari luar negeri. Tambahan, “Menyewa bandwidth dari luar negeri masih sangat mahal, karena kabel laut yang masuk Indonesia sedikit,” kenang Adi lagi.

Sebenarnya, waktu Adi mendirikan Biznet, Indonesia sedang menggeliat untuk bangkit pasca-krisis moneter 1998. Waktu krismon, banyak perusahaan yang bangkrut, sehingga meninggalkan gedung. “Banyak perusahaan yang menahan pengeluaran mereka,” tutur Adi. Jadi, Adi harus meyakinkan para pelaku bisnis bahwa koneksi internet cepat sangat penting bagi perusahaan.

Lantaran biaya untuk sewa infrastruktur terbilang mahal, akhirnya, Adi memutuskan bahwa Biznet harus punya jaringan sendiri. Tujuan lain, dengan jaringan sendiri, dia bisa memberikan akses internet berkecepatan tinggi.

Maka, fokus Adi selanjutnya adalah membangun kabel optik milik perusahaan sendiri. Adi enggan berbagi angka, berapa modal yang ia tanamkan untuk jaringan ini. Namun, yang pasti pada tahun 2005,  Biznet sudah menggunakan jaringan optik 10 kilometer di Jalan Sudirman.

Akses internet cepat ini ternyata bisa mendongkrak jumlah pelanggan Biznet. Pelanggan perusahaan, menurut Adi, cenderung memilih penyedia internet yang handal. Mereka tidak berorientasi pada harga layanan. “Percuma kalau harganya murah, tapi aksesnya tersendat-sendat,” celetuk Adi. Maka, Biznet pun tak ragu mematok harga premium.

Kini, Biznet sudah mengembangkan kabel optik sepanjang 1.100 km, dari Serang sampai Bali. Karyawan Biznet pun meningkat, dari hanya empat orang menjadi 200 orang. Biznet juga mengembangkan basis pelanggan individual.

Toh, Adi belum juga puas. Ia bilang Biznet sedang menyiapkan ekspansi di luar bisnis ISP. “Tapi, nanti tunggu saja tahun depan,” kata Adi berahasia.




Manajemen Perusahaan
Board of Director
















Adi Kusma
President Director
Adi Kusma merupakan pendiri Biznet Networks dan telah memimpin perusahaan sebagai President Director sejak Biznet didirikan tahun 2000. Bermula dari jumlah karyawan kurang dari 10 orang, Biznet telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun, dan telah tersedia di 17 kota di Indonesia, dengan lebih dari 650 karyawan. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang industri Teknologi Informasi, Adi telah berhasil mengembangkan perusahaan dengan tidak hanya fokus pada penyediaan jaringan Internet dengan teknologi Fiber Optic, tapi juga fokus kepada pengembangan teknologi Cloud Computing dan pengembangan unit bisnis Data Center dan Multimedia, dengan meluncurkan max3 Internet dan Cable TV.
Adi memiliki gelar Bachelor dari Oregon State University, jurusan Industrial and Manufacturing Engineering. Sebelum menduduki posisi sebagai President Director Biznet Networks, Adi bekerja sebagai System Programmer di Software House International (www.shi.com), Somerset, New Jersey - USA, dimana ia fokus kepada Network Infrastructure, Web Programming, Enterprise Resource Planning dan juga Hosting Infrastructure Architecture.

Selama masa studinya di US, Adi memperoleh beberapa penghargaan, termasuk Oregon State Award 2009 sebagai Council of Outstanding Early Career Engineer, Microsoft Certified System Engineer (MCSE) dan Computer Associated Certified Unicenter TNG Administrator. Ia juga secara aktif tergabung dengan asosiasi Teknologi Informasi lokal dan Internasional, dengan menjadi anggota APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), APITI (Asosiasi Penyelenggara Internet Teleponi Indonesia), Mastel (Masyarakat Telematika Indonesia) dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).
"Sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan multimedia di Indonesia, Biznet tidak akan menjadi sebesar saat ini tanpa dukungan dan kontribusi dari seluruh karyawan muda dan inovatif. Saya percaya kami memiliki tim yang kuat dan tidak akan berhenti menciptakan inovasi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia," ujar Adi.




Vice President


















Adindhana Dasaad
Vice President, Sales Data Center
Adindhana Dasaad adalah Vice President untuk Sales Data Center, Biznet Data Center.
Sebelumnya ia dipercaya untuk memimpin Divisi Enterprise Sales, sebelum dipromosikan untuk menempati posisi Vice President, Data Center Sales, pada tahun 2012. Keahlian dan pengalamannya yang luas di bidang Sales menjadi beberapa poin utama yang mendukung perkembangan unit bisnis Data Center di Biznet, Data center terbaru Biznet, Biznet Technovillage yang merupakan Data Center Tier 3 Green pertama di Indonesia, menjadi tantangan baru bagi Dinda untuk dapat menentukan strategi sales yang tepat, yang dapat memastikan bahwa kalangan industri menyadari akan pentingnya data center untuk kelangsungan bisnis di Indonesia.
"Saya merasa sangat beruntung dan bangga dapat menjadi bagian dari tim Biznet. Saya belajar banyak hal disini, terutama Team Work, Aggressiveness dan Quality Service. Saya berharap kontribusi saya mampu menjadikan Biznet sebagai penyedia layanan Data Center terdepan di Indonesia dan membawa teknologi di Indonesia ke level yang lebih tinggi," ujar Adindhana yang memiliki gelar dari Universitas Moestopo, untuk bidang Communication Advertising.

















Antonius Wisanggeni
Vice President, Network
Antonius Wisanggeni adalah Vice President Network di Biznet Networks yang telah bergabung dengan Biznet sejak pertama kali berdiri tahun 2000. Antonius bertanggung jawab untuk mengembangkan sistem jaringan Biznet, baik yang berbentuk fisik maupun virtual, dan Ia juga bertanggung jawab untuk memimpin timnya dalam mengatur dan menghubungkan jaringan hingga tersambung langsung ke pengguna atau pelanggan. Ia telah memberikan dukungan yang signifikan bagi perkembangan Biznet, yang telah memiliki International Global IP POP di 9 negara dan lebih dari 5000 km kabel Fiber Optic yang tersambung di seluruh Indonesia, dan masih terus akan dikembangkan.
Anton juga kerap menjadi pembicara dan menjadi bagian dari panelis untuk berbagai seminar teknologi, seperti Internet Governance For Good Corporate And Government Governance In Indonesia - IGF Forum (2012), Phase 1 Assessment IPv6 Implementation - The Ministry of Communication and Information (2011), juga Telkom IPv6 Workshop Exhibition - Telkom RD Bandung (2010).
"Biznet merupakan salah satu perusahaan terdepan yang selalu menemukan inovasi-inovasi demi memenuhi kebutuhan pelanggan di masa sekarang maupun masa yang akan datang," ujar Antonius yang bergelar Sarjana Informatics Management dari Universitas Gunadarma.

















Edric Kurniadi
Vice President, Finance
Edric Kurniadi bergabung dengan Biznet pada tahun 2006 dan menempati posisi sebagai Vice President Finance. Edric memegang peranan dan tanggung jawab penting bagi manajemen finansial perusahaan, termasuk mengatur revenue dan expenditure perusahaan. Berdiri pada tahun 2000 dengan jumlah karyawan kurang dari 10 orang, Biznet telah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir dan telah memiliki lebih dari 650 karyawan di tahun 2013, memaksa Biznet untuk memiliki system manajemen finansial yang lebih baik. Edric memiliki peran krusial bagi manajemen finansial perusahaan, yang akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang. Pengetahuan yang luas dan bidang akuntansi, audit dan perpajakan telah membawa Edric ke posisi yang ditempatinya saat ini.
Hasil pencapaian Edric didukung oleh latar belakang pendidikan yang kuat; Ia memiliki gelar Master dalam bidang Management and Finance dari Universitas Tarumanegara dengan predita Summa-Cum Laude, dan menduduki peringkat pertama mahasiswa terbaik.
Selain berkarier di Biznet, Edric juga banyak berpartisipasi di dunia akuntansi. Ia seringkali berkontribusi dalam penulisan artikel untuk jurnal maupun majalah mengenai akuntansi, dan juga aktif mengajar mata kuliah Audit and Information System di Trisakti School of Management hingga sekarang.
"Bekerja di Biznet merupakan hal yang menantang, karena kita terpacu untuk terus mendorong dan mengasah keterampilan kita," ujar Edric yang juga sempat menjabat sebagai Vice Chairman di Ikatan Mahasiswa Akutansi Tarumanagara, tahun 2001-2002.


















Endra Leonardy
Vice President, Sales Regional
Endra Leonardy adalah Vice President untuk Sales Regional dan bertanggung jawab untuk seluruh kegiatan Sales dan Marketing di semua kantor cabang berada di luar Jakarta. Fokus utamanya adalah untuk mengembangkan dan menjalankan perencanaan strategis di semua kantor cabang Biznet, guna meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap Biznet di berbagai daerah di Indonesia. Sebelum bergabung dengan Biznet, Endra menjabat sebagai Buziness Development Director di PT. Maharta Mandiri, bertanggung jawab untuk pengembangan bisnis dan juga menjaga hubungan baik dengan para pemegang saham dan pelanggan.
Endra juga memiliki latar belakang dalam bidang Marketing yang kuat, karena ia juga pernah dipercaya untuk menjadi Marketing & Product Communication Manager untuk Credit Card dan Personal Loan di Bank Permata, Jakarta. Telah bergabung dengan Biznet sejak tahun 2008, Endra berpendapat bahwa Biznet akan menjadi perusahaan telekomunikasi dan multimedia terbaik di Indonesia, karena Biznet didukung oleh budaya kerja yang baik dan moralitas yang tinggi dari seluruh karyawannya. Endra merupakan lulusan dari Universitas Krisnadwipayana, jurusan Manajemen.






















Lenny Moniaga
Vice President, Operation
Lenny Moniaga bergabung dengan Biznet sejak tahun 2003 sebagai Customer Relation Manager, sebelum akhirnya Is dipromosikan menjadi Vice President Operation di Biznet Networks.
Tanggung jawabnya termasuk memimpin divisi Customer Care, Human Capital, Property Relation dan Inside Sales, yang seluruhnya merupakan divisi yang berhubungan langsung dengan pelanggan, dan Lenny bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Biznet memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Latar belakang Lenny yang kuat dalam bidang hospitality merupakan nilai tambah yang sangat baik bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan demi memperoleh kepuasan pelanggan.
Sebelum bergabung dengan Biznet Networks, Lenny dipercaya untuk menempati posisi sebagai Front Office Manager di Hotel Sari Pan Pacific, bertanggung jawab untuk memastikan divisi Front Office mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan.
"Biznet adalah perusahaan yang sedang berkembang. Pertumbuhan perusahaan bergantung kepada kesetiaan dan kepercayaan pelanggan, yang telah membentuk kualitas layanan dan visi yang ditawarkan oleh Biznet. Biznet terus mengembangkan layanannya di seluruh Indonesia, yang akan memberikan berkontribusi besar terhadap kesejahteraan karyawan dan lingkungan sekitar," ujar Lenny. Latar belakang dan pengalamannya telah memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan Biznet di Indonesia.


















Rini Eka Puspawati
Vice President, Sales Consumer Market Jakarta
Rini Eka Puspawati adalah Vice President Consumer Market, bertanggung jawab terhadap segmen Consumer Biznet di Jakarta, dengan fokus utama yaitu mengembangkan max3, brand retail milik Biznet yang menawarkan layanan Broadband Internet dan TV Kabel untuk pengguna perumahan dan apartemen.
Tanggung jawabnya mencakup Sales, Marketing dan pengembangan produk, memastikan max3 memberikan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan. Rini mulai bergabung dengan Biznet tahun 2008 dan memulai karirnya sebagai staff divisi Retail. Tahun 2011, Rini dipromosikan untuk memimpin Divisi Sales untuk kawasan Jakarta Selatan, dan sukses membawa timnya menjadi Tim Sales terbaik di tahun 2012. Pencapaian dan performa yang ditelah dicapainya membuatnya kembali dipromosikan menjadi Vice President, Consumer Market di awal tahun 2013.
Sebelum bergabung dengan Biznet, Rini bergabung dengan Indosat dengan fokus pada National Corporate Sales. Latar belakangnya yang kuat di bidang Sales memberikan banyak kontribusi kepada Biznet untuk terus membangun tim Sales yang kuat dan solid.
"Teknologi industri, terutama Internet, berkembang sangat cepat. Ini merupakan kesempatan emas bagi Biznet untuk mengembangkan, membangun dan memperluas jaringannya di Indonesia. Dengan terus berkembang, Biznet akan mendukung kualitas bangsa kita," ujar Rini. Rini memiliki gelar Sarjana dari Universitas Mercu Buana, di bidang Marketing Management.


















Wahyu Prayogo
Vice President, Project
Sebagai Vice President Project di Biznet Networks, Wahyu Prayogo mengepalai Divisi Project dan bertanggung jawab untuk seluruh perkembangan jaringan, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi, dan pengaturan seluruh perlengkapan dan instrumen yang digunakan, termasuk aspek yang terpenting yaitu personil di lapangan.
Wahyu bergabung dengan Biznet pada tahun 2004, dan sebelum memimpin Divisi Project, Wahyu bertanggung jawab untuk Divisi Project di wilayah Jakarta selama tiga tahun, dan sebelumnya juga pernah mendukung Divisi Provisioning FTTH & HFC selama enam tahun. Di posisinya sebagai Vice President Project, ia berkordinasi langsung dengan President Director Biznet Networks, Adi Kusma, dan secara aktif membuat rencana-rencana strategis untuk pengembangan jaringan Biznet Networks di seluruh Indonesia.
Sebagai salah satu pegawai yang telah bergabung cukup lama dengan Biznet, Wahyu memiliki banyak pengalaman di bidang industri teknologi, dan memiliki pemahaman yang dalam mengenai kondisi pasar di Indonesia, terutama di Jakarta.
"Kami tumbuh bersama-sama di Biznet, sebagai tim dan juga sebagai satu keluarga besar. Kami saling menjaga satu sama lain, kami bersenang-senang, kami merayakan keberhasilan yang kami capai, kami belajar dari kesalahan, berkomunikasi secara bebas dan saling menghargai satu sama lain." Ujarnya. Motto hidupnya, "It's not the big who eats the small, it's the fast who eats the slow," telah membuatnya menjadi seorang professional yang selalu berbuat yang terbaik bagi perusahaan. Wahyu adalah lulusan dari Universitas Brawijaya, jurusan Industrial System Management.


















Yudie Haryanto
Vice President, Sales Business Market Jakarta
Yudie Haryanto adalah Vice President, Sales Jakarta, yang berkoordinasi langsung dengan President Director Biznet Networks, Adi Kusma.
Yudie bergabung dengan Biznet Networks tahun 2007, dan memulai karirnya sebagai Marketing Executive. Di tahun yang sama, ia dipromosikan menjadi Enterprise Sales Manager, dan pencapaiannya membuatnya kembali dipromosikan menjadi Vice President, Sales Jakarta, di tahun 2010. Yudie bertanggung jawab untuk seluruh kegiatan Sales di wilayah Jakarta, memastikan Biznet memberikan layanan, produk dan customer service terbaik bagi pelanggan, dan menjalankan kampanye Sales secara efektif dan efisien.
Di jabatannya saat ini, Yudie telah membawa Biznet ke tingkat yang lebih tinggi, dimana Biznet kerap berpartisipasi di acara dan konferensi Internasional, termasuk Pacific Telecommunication Council di Honolulu, USA (2013), Data Center Dynamics Forums di Hong Kong dan Singapore (2011-2012), dan rutin berpartisipasi di salah satu ajang konferensi industri telekomunikasi di Asia, CommunicAsia International Communications and Information Technology Exhibition and Conference di Singapore (2011- 2012). Keikutsertaan di acara-acara Internasional telah membuat Biznet memperoleh nama di dunia Internasional, dan meningkatkan brand image Biznet sebagai salah satu penyedia layanan telekomunikasi dan multimedia terkemuka di Indonesia. Selain itu, Yudie juga dipercaya untuk mewakili Biznet dengan menjadi pembicara dan nara sumber di acara-acara berkelas nasional dan internasional.
"Kami akan berusaha semampu kami untuk terus meningkatkan kualitas seluruh jajaran produk Biznet, untuk memberikan service terbaik kami bagi pelanggan. Saya berharap Biznet dapat menjadi perusahaan telekomunikasi dan multimedia terbaik di Asia Tenggara," ujar Yudie, yang merupakan lulusan dari Universitas Bina Nusantara, jurusan Computer Accounting.

Komentar Saya mengenai Biznet :
PT. Supra Primatama Nusantara (Biznet Networks) ini merupakan perusahaan ISP (Internet Service Provider), perusahaan yang menyediakan jasa layanan internet. Perusahaan Biznet ini merupakan perusahaan yang beda dari perusahaan ISP yang lainnya. Dikarenakan perusahaan ini menggunakan jaringan sendiri. Jadi, koneksi internetnya cepat dan stabil. Maka dari itu, banyak perusahaan contohnya Citilink, Starbucks, PT. KAI, dll menggunakan jasa layanan Biznet ini.

Perusahaan Biznet ini sudah menggunakan serat Fiber Optic dari pertama perusahaan ini berdiri. Kekurangannya adalah cakupan areanya. Karena kabelnya ditarik langsung ke rumah / kantor. Tidak memakai wireless. Harganya lebih mahal dibandingkan provider yang lain. Jadi, harga dan kualitasnya sesuai.
Perusahaan Biznet sangat hebat dengan modal yang tidak begitu banyak, perusahaan ini mampu memberikan jasa layanan internet kepada pelanggan yang begitu banyak. Dan memiliki pemasukan setiap tahunnya yang tidak sedikit.

#sumber referensi :
http://www.biznetnetworks.com/id/company/company-profile/
http://www.biznetnetworks.com/id/company/management/
http://yudhiprasongko.blogspot.com/2013/10/v-behaviorurldefaultvmlo_15.html
http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000012112372/diskusi-all-about-biznet-networks/
https://www.facebook.com/note.php?note_id=168306529855999&id=108894549156209


Kamis, 18 Juni 2015

Mengamati Fenomena Alam Tsunami Aceh 2004



Fenomena Tsunami Aceh 2004

Tsunami digolongkan sebagai salah satu jenis gelombang air dangkal atau dalam istilah ilmiahnya (bahasa Inggris) disebut sebagai shallow water wave. Karakteristik gelombang air dangkal ini adalah panjang gelombangnya jauh melebihi kedalaman air. Sebagai contoh, panjang gelombang air pada peristiwa tsunami di Aceh tahun 2004 mencapai lebih dari 100 km, sedangkan jika menilik kedalaman samudra Hindia, tempat terjadinya tsunami, kedalaman air samudra Hindia rata-rata hanya 3 km, jauh lebih pendek dari panjang gelombang air pada saat tsunami terjadi.
Kecepatan gelombang air dangkal ini ditentukan oleh kedalaman dan percepatan gravitasi di suatu tempat. Lebih tepatnya akar dari perkalian antara kedalaman dan percepatan gravitasi. Dengan mengetahui kedalaman samudera Hindia dan percepatan gravitasi, maka kita bisa melakukan perkiraan kecepatan gelombang Tsunami merambat pada kejadian tahun 2004 lalu. Untuk gelombang yang mengarah ke India, kecepatannya mencapai 620 km/jam sedangkan gelombang yang mengarah ke Thailand mempunyai kecepatan 350 km/jam. Sebagai perbandingan, kecepatan pesawat jet adalah 800 km/jam. Di sini kecepatan yang dimaksud adalah kecepatan berpindahnya puncak gelombang tsunami.
Banyak pemodelan dan eksperimen yang telah dilakukan untuk mengamati fenomena tsunami ini. Tentunya eksperimen yang dilakukan adalah dengan mengubah skala menjadi lebih kecil sehingga dapat diamati pada sebuah laboratorium. Para fisikawan sangat akrab dengan mengubah skala besar menjadi suatu skala yang lebih kecil yang bertujuan untuk membuat pemodelan dan pengamatan lebih detail. Nah, bisakah kita mengamati sebuah fenomena tsunami pada sebuah ruang kecil dengan volume tidak lebih besar daripada 4,2 ml? Jawabannya adalah bisa.
Kita bisa mengamati fenomena yang serupa dengan tsunami pada superfluida helium-4. Superfluida adalah kondisi pada saat suatu fluida, dalam hal ini helium-4, mengalir tanpa hambatan. Serupa dengan pemikiran superkonduktor, bahwa suatu material dapat mengalirkan listrik tanpa ada hambatan. Pada fase “super” ini, hambatan bukan sangat kecil melainkan nol karena superfluida tidak memiliki viskositas atau kekentalan. Superfluida dicapai pada suhu 2,17 kelvin dan tekanan standar atmosfer. Nilai temperatur ini sering dinamakan temperatur lambda (λ) karena bentuk grafik kapasitas panas fungsi temperatur memiliki bentuk serupa huruf lambda. Pada temperatur 2,17 kelvin, kapasitas panas mengalami diskontinuitas, seperti yang dialami oleh gas ideal pada fenomena yang disebut sebagai kondensasi Bose-Einstein.

Grafik kapasitas panas sebagai fungsi temperatur memperlihatkan diskontinuitas pada temperatur 2,17 Kelvin. Garis putus-putus adalah kapasitas panas gas Bose-Einstein dengan menggunakan massa jenis helium-4. Perhatikan bentuk kurva yang menyerupai huruf lambda. 
Diskontinuitas pada grafik kapasitas panas menunjukkan adanya transisi fase dari fluida normal menjadi superfluida. Superfluida sering juga disebut dengan fluida kuantum (quantum fluid) karena sifat kuantum menjadi sifat yang utama dalam mempelajari fluida pada temperatur rendah. Panjang gelombang de Broglie berbanding terbalik dengan temperatur sehingga pada temperatur rendah gelombang de Broglie menjadi lebih panjang daripada dimensi atom helium. Oleh karena itu terjadilah superposisi antara gelombang de Broglie dari sejumlah atom helium. Inilah alasannya, kita tidak bisa lagi mempelajari helium secara klasik melainkan dengan fisika kuantum.
Pada tahun 1938, Tisza mengeluarkan postulat bahwa pada fase superfluida terdapat dua komponen utama, yaitu komponen fluida normal dan komponen superfluida itu sendiri. Postulat ini dikenal dengan nama two-fluid model. Komponen fluida normal bertugas membawa semua eksitasi termal dan juga masih bersifat memiliki hambatan. Pada temperatur mendekati temperatur absolut (nol kelvin), fase superfluida didominasi oleh komponen superfluida, sedangkan komponen fluida normal akan berkurang jumlahnya. Kedua komponen tersebut sangat dinamis pergerakannya, sehingga superfluida dapat memiliki berbagai macam modus rambatnya.
Apabila komponen fluida normal tidak bergerak karena “terkunci” pada substrat, sedangkan komponen superfluida bergerak, maka modus ini dinamakan third sound mode. Ciri modus ini yaitu gerakan fluida secara lateral. Gerakan pada sumbu-x dan y mendominasi gerakan pada sumbu-z sehingga terjadi fluktuasi temperatur karena komponen superfluida tidak membawa eksitasi panas. Komponen superfluida berkumpul di puncak gelombang sehingga di posisi ini temperatur lebih dingin daripada di lembah. Panjang gelombang modus ini juga jauh lebih panjang daripada kedalaman superfluida. Biasanya panjang gelombangnya adalah 1 cm sedangkan kedalaman atau ketebalan lapisan superfluida adalah 3 nm. Ketinggian modus ini sekitar 10 pikometer. Tinggi gelombang tersebut jauh lebih besar daripada kedalaman fluida, sehingga third sound mode dikategorikan sebagai gelombang air dangkal. Akan tetapi, dimensi atau skalanya lebih kecil daripada tsunami, sehingga bisa kita katakan sebagai mini-tsunami.

  
Third sound mode pada superfluida helium-4 di atas substrat tembaga memperlihatkan gerakan gelombang dominan secara lateral.
Kecepatan gelombang pada third sound mode ini juga bisa dirumuskan sebagai akar dari perkalian antara percepatan dan ketebalan lapisan superfluida, serupa dengan persamaan gelombang tsunami. Namun demikian, percepatan yang kita gunakan sekarang bukanlah percepatan gravitasi. Karena ketebalan yang sangat tipis, maka percepatan Van der Waals mendominasi percepatan gravitasi. Pada gelombang air, gaya gravitasi berperan sebagai gaya pemulih partikel yang berosilasi. Sedangkan pada third sound mode, gaya pemulih ini diambil alih oleh gaya Van der Waals yang bekerja pada atom helium dan substrat. Percepatan Van der Waals ini tidak sesederhana percepatan gravitasi. Percepatan Van der Waals ini juga bergantung pada ketebalan lapisan superfluida, sehingga kecepatan third sound mode tidak lagi sebanding dengan akar ketebalan atau kedalaman fluida. Biasanya kecepatannya sebesar 10 meter/detik, atau 36 km/jam.
Mini-tsunami atau third sound mode ini tidak ditujukan untuk mengamati fenomena tsunami pada skala yang sangat kecil. Third sound mode pada superfluida ini berguna pada penelitian bidang temperatur rendah khususnya memahami fenomena vorteks (gerakan fluida yang berputar) pada superfluida. Selain itu, pemahaman pada jenis gelombang ini dapat memperkuat pengetahuan kondensasi Bose-Einstein pada sistem interaksi antar atom yang kuat. Terakhir, pada penelitian yang dilakukan penulis, saat ini sedang dikaji upaya penguatan energi third sound mode dengan kondensasi atom helium, serupa dengan prinsip laser.

Tanda-tanda Awal Bencana Tsunami
Gempa bumi dasar laut yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 berkekuatan 9.0 skala Ricther merupakan gempa dengan kekuatan terbesar setelah gempa Alaska pada tahun 1964 dengan kekuatan 9.2. Gempa ini berasal dari Samudera India, yaitu sebelah utara pulau Simeulue dan merupakan ujung pantai barat Sumatra Utara. Gempa ini menghasilkan gelombang raksasa tsunami yang menghancurkan pantai Indonesia, Srilangka, India Selatan, Thailand dan negara lainnya dengan tinggi gelombang lebih dari 30 meter. 
Sampai saat ini korban jiwa manusia yang tercatat meninggal telah lebih dari 310.000 jiwa. Sedangkan jumlah binatang yang meninggal adalah relatif lebih sedikit atau bisa dikatakan bahwa dampak tsunami pada margasatwa adalah sangat terbatas, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa binatang lebih mempunyai kepekaan terhadap bahaya yang akan terjadi. Spekulasi ini dikuatkan oleh beberapa fakta yang terjadi beberapa jam sebelum terjadinya bencana Tsunami. Perilaku aneh beberapa binatang sebelum bencana tsunami telah diamati di Srilangka, sekitar 1 jam sebelum bencana tsunami terjadi, orang-orang di Taman Nasional Yala mengamati 3 ekor gajah berlarian menjauh dari pantai Patanangala menuju perbukitan. Kelelawar secara fantastis banyak berterbangan disebelah selatan kota Dickwella di Srilangka. Dan juga diamati 2 ekor anjing tidak mau diajak mendekati pantai di dekat Galle, padahal setiap harinya anjing-anjing itu berada disekitar tempat itu. Kejadian aneh juga terjadi di Thailand seperti yang di laporkan di media massa bahwa beberapa ekor gajah yang sedang membawa wisatawan berlari menuju bukit, untuk menyelamatkan penunggangnya sebelum bencana tsunami menghancurkan dinding air di Phuket, Thailand. Di sebuah cagar alam pantai selatan India juga diamati sejumlah Flamingo beterbangan menuju hutan yang lebih aman dari cagar alam tersebut sebelum bencana tsunami. Pada saat tsunami melanda Srilangka, sekitar ratusan gajah, macan tutul, harimau, babi hutan, rusa, kerbau air, kera dan mamalia yang lebih kecil serta sejenis reptilia telah melarikan diri dengan selamat menuju ke dataran yang lebih tinggi. Sedangkan sejumlah besar kura-kura ditemukan mati didaerah puing-puing disepanjang pantai di propinsi Aceh. Kepekaaan dan naluri binatang terhadap respon akan timbulnya bahaya yang tidak dimiliki oleh manusia ini bisa digunakan sebagai alat untuk peringatan pertama bencana alam yang bisa digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan manusia sehingga bisa mengurangi jumlah korban jiwa manusia sebagaimana bencana tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu.
  • Fisiologi yang berhubungan dengan panca indera binatang
Binatang memiliki panca indera yang super sensitif terhadap suara, temperature, sentuhan, getaran, aktifitas elektrostatis dan kimia serta medan magnet dan medan listrik. Sensitifitas ini memberikan mereka bisa mengetahui lebih awal beberapa jam sebelum bahaya bencana alam sebagaimana tsunami terjadi. Namun sensitifitas ini tidak dimiliki oleh manusia.
Gempa menimbulkan getaran yang berubah-ubah pada tanah dan air sedangkan angin badai menyebabkan perubahan elektromagnetik di atmosfer. Beberapa binatang mempunyai indera pendegaran dan penciuman yang peka sehingga membuat mereka bisa menentukan sesuatu yang akan datang dihadapannya lebih dahulu daripada manusia. Riset-riset dibidang komunikasi akustik dan seismik telah menunjukkan bahwa beberapa jenis ikan adalah sensitif terhadap getaran frekuensi rendah dan mendeteksi gempa jauh sebelum manusia merasakannya, disamping itu gajah juga bisa merasakan getaran-getaran yang dibangkitkan dari gempabumi yang menyebabkan tsunami.
Beberapa jenis binatang telah bisa mendengar tsunami yang akan datang dari saat gempa yang meletus dibawah dasar laut. Spesies burung, anjing, gajah, harimau dan binatang lainnya bisa mendeteksi frekuensi infrasonic antara 1-3 hertz dibandingkan manusia hanya pada frekuensi 100-200 hertz, sehingga binatang lebih memiliki sensitifitas pada gelombang suara berfrekuensi rendah dimana manusia tidak bisa mendengarnya.
  • Beberapa teori yang terkait dengan kepekaan binatang pada bencana alam
Teori alternatif yang telah mendapatkan persetujuan dari banyak pakar baru-baru ini berkaitan dengan kepekaan binatang pada bencana alam adalah bahwa binatang bisa merasakan perubahan pada medan magnet yang terjadi didekat pusat gempa, sebagai misal adalah burung dara, kura-kura, lebah dan masih banyak lagi. Spesies ikan dikenal sangat sensitif pada variasi perubahan muatan listrik di dalam air yang kadang-kadang adalah merupakan isyarat permulaan terjadinya gempa bumi. Organisme di tanah bisa merespon perubahan polaritas dan konsentrasi ion atmosfir atau muatan partikel, sehingga hal ini bisa menyebabkan binatang tersebut bisa mendeteksi efek ionisasi udara dari gas radon yang kadang-kadang dikeluarkan dari bumi sebelum gempa bumi terjadi. Efek piezoelektrik juga telah menunjukkan bahwa perubahan tekanan yang dikerjakan pada kristal sejenis kwarsa menghasilkan muatan listrik pada permukaan kristal, hal ini dipercaya bisa membangkitkan energi listrik yang cukup untuk membuat terbang ion-ion sebelum, selama dan setelah gempa bumi, sehingga binatang bisa mengantisipasi gempa bumi lebih banyak melalui kepekaannya terhadap gemuruh angin.

Peringatan awal bencana Tsunami
Sistem peringatan tsunami secara umum adalah merupakan suatu sistem untuk mendeteksi tsunami dan mengeluarkan peringatan untuk mencegah terjadinya banyak korban jiwa. Terdiri dari dua buah komponen pokok yaitu jaringan sensor utk mendeteksi gelombang tsunami dan infrastruktur komunikasi untuk mengeluarkan alarm atau sirine yang memperbolehkan evakuasi daerah pantai.
Banyak daerah pantai disekitar Laut Pasifik, terutama Jepang, Hawaii, Polynesia, Alaska dan pantai-pantai Pasifik Amerika Selatan, mempunyai sistem peringatan tsunami dan prosedur pengungsian jika terjadi tsunami yang serius. Walaupun begitu banyak lautan lain yang tidak mempunyainya, hal inilah yang menyebabkan banyaknya korban jiwa saat terjadi tsunami 26 Desember 2004 yang terjadi di Lautan India. Dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh PBB pada Januari 2005 di Kobe, Jepang telah diputuskan bahwa Sistem Peringatan Tsunami akan ditempatkan di Lautan India sebagai respon akibat terjadinya Tsunami Laut India 2004.
Tentu saja penyediaan Sistem Peringatan Awal Tsunami berteknologi tinggi adalah sangat membutuhkan dana yang luar biasa besarnya baik untuk biaya infrastruktur maupun biaya pemeliharaannya. Sebagai contoh seperti yang dikeluarkan oleh Website milik Nasa yang menyebutkan bahwa tiga dari empat peralatan peringatan Tsunami yang dipasang sejak tahun 1948 telah mengalami kerusakan dan biaya kerusakan alarm ini menjadi lebih mahal. Evakuasi perbaikan sistem peringatan di Hawaii ini telah menghabiskan biaya sebanyak 68 juta USD. Dari sini kita bisa membayangkan betapa besarnya biaya untuk penyediaan Sistem Peringatan Awal Tsunami dengan teknologi tinggi ini.
Peringatan awal sebelum terjadinya bencana alam ini sebenarnya bisa diperoleh secara alami dari perilaku aneh binatang sebelum terjadinya bencana. Binatang telah bisa digunakan secara potensial sebagai sistem peringatan teknologi rendah dan tentu saja biaya yang dibutuhkannya juga jauh lebih murah dibandingkan dengan sistem peringatan berteknologi tinggi.
Peneliti-peneliti telah lama mempelajari jenis-jenis binatang yang bisa diharapkan bisa mendengar dan merasakan sebelum bumi berguncang dan sebelum ombak besar tsunami menjalar menuju daerah pantai dengan menggunakan kepekaan inderanya sebagai alat prediksi. Kiyoshi Shimamura, seorang dokter kesehatan di Jepang pada bulan September 2003 telah menyampaikan hasil studinya di media massa berkaitan dengan studinya berkaitan dengan perilaku aneh dari anjing seperti menggigit, menyalak yang melampaui batas bisa digunakan sebagai alat untuk meramalkan terjadinya gempa riset ini dikaitkan dengan gempa Kobe pada tahun 1995 yang menewaskan sekitar 6.000 orang. Peneliti dari Turki, Sheldrake juga melakukan studi pada reaksi binatang sebelum terjadinya gempa yang meliputi gempa California tahun 1994 dan gempa Turki tahun 1999. Seperti yang dilaporkan bahwa anjing berperilaku secara misterius dan tidak bisa tidur di tengah malam, burung  burung yang dikandang terlihat gelisah dan kucing-kucing terlihat takut dan selalu ingin bersembunyi sebelum saat terjadinya gempa bumi.
Dengan menelaah berbagai macam fakta, teori dan riset yang berkaitan dengan perilaku aneh binatang sebelum terjadinya bencana alam seperti yang telah diuraikan diatas, maka kepekaan binatang yang diekspesikan sebagai perilaku aneh ini bisa dimanfaatkan sebagai sistem peringatan awal bencana alam baik gempa bumi maupun tsunami. Perilaku aneh dari binatang ini bisa digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan pada manusia terhadap bencana yang akan terjadi. Tentu saja sistem komunikasi yang baik perlu dibangun untuk menyebarkan adanya peringatan awal tsunami ataupun bencana alam yang lainnya baik melalui televisi, radio, internet ataupun penyampaian informasi dari mulut ke mulut. Yang sangat tergantung pada lamanya waktu antara terjadinya gempa dan waktu yang dibutuhkan oleh perambatan tsunami menuju ke populasi disekitar pantai, ini adalah merupakan waktu yang sangat krusial untuk melakukan pengungsian masyarakat sekitar pantai untuk menuju ke daratan yang lebih tinggi, sehingga mereka terselamatkan sebelum datangnya gelombang tsunami. Disamping itu pendidikan tentang bahaya tsunami, tanda-tanda datangnya tsunami, persiapan dan bagaimana cara menyelamatkan diri jika tsunami terjadi pada seluruh masyarakat adalah merupakan faktor yang sangat penting.
Sehingga dengan memahami mulai dari peringatan awal tsunami baik dengan teknologi tinggi maupun dengan teknologi rendah melalui perilaku aneh binatang sebelum terjadinya bencana tsunami sampai dengan bagaimana cara menyelamatkan diri jika tsunami datang, Insya Allah bisa mengurangi jumlah korban jiwa dan tidak seperti kejadian bencana tsunami 26 Desember 2004 yang menewaskan lebih dari 300 ribu orang.

Pelajaran dan Hikmah dari Peristiwa Tsunami Aceh 2004
Sebuah renungan bagi manusia yang hidup dijaman akhir. Terungkap sebuah kisah sebagai komunikasi universal sebelum Gempa itu terjadi bahwasanya Allah swt memberikan pertanda akan kejadian itu lewat beberapa kali urutan kejadian sebagai manifestasi kisah jaman terdahulu. Kisah terdahulu sebagai komunikasi universal dari sang Pencipta Alam kepada seorang hambaNya, yang telah berdosa karena membunuh saudaranya sendiri.
Sebuah kisah yang nyaris mirip dengan kisah Qobil, terungkap lewat peristiwa besar yang senantiasa hadir pada sejarah manusia, kali ini terhadap kejadian Gempa Bumi & Tsunami Aceh 26 des 2004 pkl 7.58 .  Berkaca dari tanggal waktu terjadinya Gempa Bumi Yogya yaitu 27 mei 2006 pukul 5.55 dan Gempa Tsunami Aceh 26 desember 2004 pukul 7.58.
Sebuah renungan akan kebesaran Allah swt terhadap peristiwa yang mengguncangkan diatas, Allah swt, pemilik  dengan  asmaul husnanya, sebuah urutan ke 37 adalah AL-KABIR.
Hikmah tanggal &Jam Gempa, dijumlah gempa aceh 2+6+1+2+2+0+0+4+7+5+8 = 37, gempa yogya 2+7+5+2+0+0+6+5+5+5=37.  Sebelumnya 65 hari sebelum gempa terjadi, tgl 22 oktober 2004, Pres.SBY, hikmah Micropohe yang hening saat berpidato dan diulang sebulan kemudian tgl 22 november 2004 Pilot Garuda meninggal di bandara, dan 22 desember 2004 sebuah heli jatuh di Nabire bagian pengawalan SBY yang akan ke Nabire. Asal 22 yang pertama terjadi di Jakarta, itulah Jakarta sebagai ibukota memiliki Icon Monas semuanya berjumlah 62, sehingga dengan waktu terjadinya 2 gempa yang besar itulah, nampak 62+37 = 99 sebagai simbol asmaul husna.
Sebuah gempa yang terjadi menjadi bahan renungan bagi yang masih hidup di jaman akhir ini, betapa Allah swt berkuasa atas segalanya. Kebesaran Allah swt terlihat pada peristiwa ini, dan Dia maha bijaksana, hingga  sebelum bencana terjadi, Dia memberikan gambara demi gambaran yang terjadi.
  1. Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.(QS 6:123).
  2. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.(qs al-an’am:44).
Sebuah berkah dari langit yang sebenarnya mudah didapat, daripada bencana demi bencana yang terjadi, Berkah Dari Langit dan Bumi
  1. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (al-a’raaf:96)
  2. Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS ar-Rum [30]: 41).
Musibah apa saja yang menimpa kalian adalah akibat perbuatan tangan kalian sendiri (QS asy-Syura [42]: 30).






# sumber referensi
http://majalah1000guru.net/2011/04/superfluida-mini-tsunami/
http://www.kamusilmiah.com/biologi/perilaku-aneh-binatang-tanda-awal-bencana-tsunami/
https://thephenomena.wordpress.com/2009/11/18/tanda-tanda-sebelum-tsunami-aceh/
https://thephenomena.wordpress.com/2014/03/02/terungkap-hikmah-gempa-tsunami-aceh-mengapa-terjadi-26-des-2004/